indosiar.com, Padang - Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Aksi kekerasan yang dialami tiga orang jurnalis televisi swasta nasional di Padang, Sumatera Barat ini diduga dilakukan oknum anggota Batalyon 133 Yuda Sakti. Ketiganya menjadi sasaran kemarahan oknum TNI saat akan meliput aksi penyekapan terhadap seorang polisi di markas mereka.
Wartawan televisi swasta nasional di Padang yang meliput pembebasan seorang anggota polisi yang menjadi korban kekerasan belasan oknum anggota tentara di Markas Kompi Senapan atau Kompi C Padang Selasa (23/12) pagi, justru menjadi korban kekerasan. Puluhan anggota Kompi C tersebut melempari wartawan dengan batu serta menodongkan senjata kepada para kameramen.
Mereka yang menjadi korban adalah Budi Sunandar dari Global TV, Ryan Taufik dari Anteve dan Tommy Derapers dari RCTI. Budi Sunandar, kontributor Global TV terkena lemparan batu di wajahnya hingga terluka.
Ketiganya lalu melapor ke Markas Denpom Padang. Usai dimintai keterangan, ketiga wartawan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Dandenpom Padang Letkol CPM Dono K, berjanji akan mengusut tuntas kasus ini sesuai prosedur yang berlaku.
Selain melapor ke Markas Denpom, puluhan wartawan di Padang, Sumatera Barat menggelar unjuk rasa menentang aksi kekerasan yang dilakukan oknum tentara terhadap wartawan peliput. Mereka menyampaikan tuntutan ke pejabat Korem 032 Wira Braja Padang agar menegakkan hukum terhadap puluhan oknum tentara Kompi C Batalyon 133 Yuda Sakti Padang yang melakukan penganiayaan terhadap tiga orang wartawan teve swasta nasional. (Johardio Anse/Sup)