indosiar.com, Semarang - Meski telah lebih dari 3 pekan menjalani perawatan di ruang karantina, tim cangkok hati Rumah Sakit dokter Karyadi, Semarang, belum bisa memastikan kapan jadwal operasi cangkok hati pada Bilqis Anindya Pasha, bocah penderita atresia bilier atau kelainan hati.
Pekan lalu, uji sampel adsenbar virus atau ABV terhadap Bilqis dan Dewi, ibunya, telah dilakukan di Singapura dan Amerika Serikat, dengan hasil cukup menggembirakan.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kemungkinan adanya virus membahayakan di tubuh Bilqis dan ibunya, selaku pendonor hati, dinyatakan negatif hingga dapat memudahkan proses operasi.
Sejauh ini, tim dokter masih berupaya menaikkan berat badan Bilqis, menjadi 9 kilogram, sebagai syarat minimal berlangsungnya operasi.
Belakangan, berat badan Bilqis memang naik secara fluktuatif mencapai 8,8 kilogram. Namun, setelah diperiksa penambahan berat itu ternyata berasal dari penimbunan cairan, yang justru menjadi kendala berlangsungnya operasi.
Bagi Rumah Sakit Karyadi, operasi cangkok hati pada Bilqis merupakan operasi cangkok hati ketiga, setelah 2 pasien sebelumnya sukses menjalani operasi di rumah sakit ini.
Untuk keperluan cangkok hati, rencananya tim dokter rumah sakit itu, akan bekerjasama dengan tim dokter dari Singapura.(Agus Hermanto/Ijs)