HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Bahasan Utama

Optimisme Tim Garuda Hadapi Turkmenistan di Leg II





indosiar.com, Jakarta -
Hasil positif yang diraih tim nasional Indonesia saat bertarung di kandang Turkmenistan membangkitkan semangat baru bagi timnas untuk tampil maksimal di leg kedua Kamis (28/07/11) sore, di Gelora Bung Karno, Jakarta. Hasil imbang merupakan hasil terbaik yang diperoleh timnas ditambah dukungan tuan rumah dan absennya beberapa pemain Turkmenistan diprediksi timnas merah putih dapat memenangkan pertandingan.

Sejak kepulangannya dari Turkmenistan, Minggu lalu, timnas tak membuang waktu tersisa, untuk melakukan latihan jelang pertandingan hidup mati di leg kedua menghadapi pasukan Greenman Turkmenistan, di Gelora Senayan Kamis sore nanti.

Segenap tim tampaknya, sudah merasa cocok dengan kebijakan pelatih baru Wim Rijsbergen. Firman Utina atau Gonzales sendiri, merasa sudah kerasan dan mengaku optimis jelang laga kandang ini.

Timnas sebenarnya hanya butuh hasil 0-0 untuk lolos ke ronde ketiga zona Asia, namun, Wilhemus Rijsbergen, tampaknya ingin timnya lolos dengan hasil meyakinkan, yakni menang atas tim Turkmenistan.

Sementara menurut asisten pelatih Rahmat Dharmawan kondisi seluruh pemain dalam keadaan siap tempur. Namun, belum bisa ditentukan starting eleven dan formasi pemain.
 
Optimisme Wim dan Rahmat itu mungkin saja bisa menjadi kenyataan, sebab dari sisi peringkat FIFA, timnas Indonesia masih lebih unggul dibanding Turkmenistan.

Karena itu banyak yang memprediksi, laga kandang leg kedua di Gelora Bung Karno Kamis sore nanti, timnas Indonesia secara teknis lebih baik dari lawannya Turkmenistan.

Pola 4-4-2 yang diusung pelatih Wim Rijsbergen dan asisten pelatih Rahmad
Darmawan bisa terus dilanjutkan tanpa merubah susunan pemain secara radikal karena akan memerlukan waktu untuk adaptasi. Saat ini timnas hanya perlu menyiapkan mental bertanding sehingga kesalahan dalam bertanding bisa dihindari.

Namun Turkmenistan jangan dianggap enteng, sebab tim Greenman memiliki keunggulan dalam memanfaat tendangan bola mati. Dan itu terbukti pada leg pertama di Stadion Asaghabad, Sabtu lalu, dimana septiece atau tendangan bola mati itu membuahkan gol, sehingga membuat Turkmenistan unggul lebih dulu.

Tapi di leg kedua ini, timnas Indonesia boleh sedikit lega, sebab jagoan tendangan bola mati, Krendelev tampaknya tidak ikut mendukung tim Turkmenistan. Itu terlihat saat latihan penjajagan lapangan di Gelora Bung Karno Rabu sore, pemain andalan bernomor punggung 6 itu tak tampak ikut latihan. Menurut kabar, Krendelev harus memperkuat klubnya di Rusia.

Selain faktor teknis, sisi lain yang menguntungkan timnas dalam leg kedua adalah suporter. Dukungan penuh penonton itu dipercaya akan menjadi perangsang timnas untuk memenangkan pertandingan. Dan bisa dipastikan pada leg kedua ini, suporter timnas akan jauh lebih besar dibanding lawannya.

Selasa kemarin, penjualan tiket untuk leg kedua hari ini sudah tandas diborong penoton.
Bahkan dari Solo, Rabu sore, ribuan suporter yang tergabung dalam Pasoepati, berangkat ke Jakarta, untuk mendukung pertandingan leg kedua, antara timnas dan Turkmenistan.

Mereka menorehkan tanda tangan ke spanduk yang bertuliskan ganyang di kandang. Tak hanya itu, para penggila bola ini juga menggelar long march, mengitari
jalan di kawasan Stadion Manahan Solo.

Di sepanjang jalan, mereka tidak bosan meneriakkan yel-yel, dan nyanyian lagu khas suporter, untuk menyemangati timnas Indonesia.

Bagaimana serunya pertarungan kandang antara timnas Indoensia dengan Turkmenistan, anda bisa saksikan siaran langsungnya di televisi SCTV, Kamis sore pukul 18.30 nanti. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
28-Jul-2011 14:23:43 WIB by kadek bali
semangat timnas
klah kan musuh_musuh mu......

 

Nama:
Email:
Security Code: