indosiar.com, New York - Para pemimpin dunia yang tengah mengikuti Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke 62 di New York, Amerika Serikat diberi kesempatan untuk menyampaikan pidatonya dalam sesi khusus mengenai iklim dunia.
Pertemuan yang diikuti sedikitnya 80 kepala negara dan pemerintahan itu berlangsung Senin siang waktu setempat. Pertemuan ini merupakan pembicaraan tingkat paling tinggi di PBB yang membahas soal perubahan iklim.
Konferensi selanjutnya menyangkut perubahan iklim dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember di Bali. Negara negara Eropa, Jepang dan lainnya mengharapkan agenda utama pertemuan itu adalah kesepakatan pengurangan emisi yang berlanjut pada protokol kyoto tahun 2012.
Sekjen PBB Ban Ki-Moon menyatakan, perang terhadap perubahan iklim harus melibatkan seluruh negara di dunia dan dilakukan secepatnya.
Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim Desember mengatakan, bahwa dunia saat ini menunggu aksi yang tegas dan nyata.
Pertemuan sehari yang diikuti 80 kepala negara dan sekitar 150 partisipan itu juga mendengarkan pemaparan dari aktivis lingkungan algor dan tokoh dunia lainnya.
Sementara Presiden George W. Bush, yang sejak lama menolak perundingan terbatas soal efek rumah kaca tidak mengikuti pertemuan tingkat tinggi tersebut. Bush justru menghadiri makan malam pribadi dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk mendiskusikan soal perubahan iklim itu Senin malam atau Selasa (25/09) dini hari waktu Indonesia. (Tim Liputan/Sup)