indosiar.com, Jakarta - Merebaknya berita reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu membuat beberapa partai politik bersiap. Sejumlah nama diajukan sebagai calon menteri. Rencana reshuffle disambut antusias para politikus. Bahkan para petinggi partai mulai menyusun dan mengirim sejumlah nama kadernya untuk dijadikan menteri.
Pernyataan presiden seolah diabaikan. Partai Golkar mempersiapkan sejumlah kader seniornya. Sedikitnya 4 kader disiapkan secara serius diantaranya Muladi, Andi Matalata, Theo Sambuaga dan Burhanudin Napitupulu.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga tidak kalah. Seorang kadernya yang telah hijrah ke partai lain diusulkan untuk ditarik dan diganti. Menakertrans yang juga kader PKB kabarnya ikut diusulkan untuk ditarik dan diganti.
Sikap tenang tampak di tubuh Partai Amanat Nasional. Dengan alasan tidak ingin campuri hak presiden, PAN memilih diam. Namun secara tegas, PAN meminta kadernya yang kini duduk di Menteri Perhubungan tidak disingkirkan dari kabinet.
Tidak hanya partai, Dewan Perwakilan Daerah yang diisi oleh para senator ikut mengajukan nama. Mereka meminta presiden untuk menempatkan salah seorang wakilnya untuk mendapatkan kursi di kabinet.
Tekanan demi tekanan terus diarahkan berbagai partai hingga kelompok ke presiden saat janji reshuffle kian dekat. Bahkan Anggota DPR RI dari 5 partai politik yang mendukung pemerintah bertemu disebuah hotel berbintang. Pertemuan yang dipelopori oleh ipar Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta dicabutnya Sugiharto dari keanggotaan di kabinet. (Tim Liputan/Sup)