indosiar.com, Jakarta - Perolehan suara Partai Golkar pada pemilu legislatif yang diperkirakan sejumlah lembaga survie berada dibawah syarat minimal pencalonan presiden, menyurutkan pimpinan Partai Golkar untuk mengusung Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla menjadi presiden. Bahkan saat ini Partai Golkar lebih memusatkan perhatian untuk berkoalisi dengan Partai Politik (Parpol) lainnya.
Perubahan sikap pimpinan Partai Golkar untuk tidak mengusung Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla menjadi calon presiden pada Piplres Juli mendatang terungkap dalam rapat konsultasi nasional DPP Partai Golkar dengan DPD seluruh Indonesia yang berlangsung di Kantor Pusat Partai Golkar, Kamis (16/04/09) malam.
Rapat Konsultasi yang dihadiri Jusuf Kalla lebih memusatkan perhatian pada rencana koalisi Partai Golkar dengan partai lain. Menurut Jusuf Kalla, koalisi menjadi sangat penting karena perkiraan perolehan suara Partai Golkar yang tidak memungkinkan untuk mencalonkan presiden sendiri.
Rapat Konsultasi menetapkan dua syarat koalisi, pertama harus menguntungkan bangsa dan partai yang berkoalisi serta harus mampu memenangkan pertarungan dalam pilpres Juli mendatang.
Perubahan sikap Partai Golkar terkait pencalonan Jusuf Kalla sebagai presiden ini juga dikuatkan oleh Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Surya Paloh.
Sementara terkait partai politik yang akan diajak berkoalisi, Partai Golkar baru akan memutuskannya pada Rapimnas Khusus yang akan digelar pada 23 April mendatang. (Sudrajat/Andi Nugroho/Sup)