indosiar.com, Jakarta - Kencangnya kabar Gubernur Bank Indonesia, Boediono yang akan mendampingi SBY sebagai Wapres menimbulkan reaksi keras dari pendukung partai koalisi. Mereka yang terdiri dari Partai PKS, PAN dan PPP bahkan mengancam akan hengkang dan bergabung dengan partai lain jika Demokrat tidak menarik kembali rencana memasangkan Boediono sebagai cawapres SBY.
Salah satu pertimbangan 4 partai yakni PKS, PAN, PPP dan PKB berkoalisi dengan Partai Demokrat agar SBY mau mempertimbangkan untuk memilih cawapresnya dari calon yang mereka ajukan, bukan dari figur diluar 4 partai itu. Bahkan munculnya nama Boediono sebagai cawapres sama sekali tidak dikomunikasikan kepada partai peserta koalisi.
Sekjen DPP PAN, Zulkiflie Hasan mengaku kecewa dan kaget, SBY memilih Boediono yang bukan dari kader partai menjadi cawapresnya.
Hal senada diungkapkan Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta. Bahkan PKS mengancam akan membentuk poros lain dengan capres alternatif jika kubu Demokrat tidak menarik kembali Boediono sebagai cawapres yang akan mendampingi SBY.
Dalam rapat yang dihadiri 4 perwakilan partai koalisi, memastikan akan hengkang dari kubu Demokrat dan akan membentuk poros lain. Apalagi gabungan 4 partai ini akan cukup kuat di parlemen dengan total jumlah kursi 192 atau 34 persen total kursi DPR. Isu yang berkembang, mereka bisa saja bergabung dan berkoalisi dengan Gerindra atau ke Golkar, meskipun salah satu dari mereka yakni PKS sudah sejak awal menolak berkoalisi dengan Golkar. (Azhar Pungkashadi dan Gunadi/Sup)