indosiar.com, Jakarta - Partai pendukung SBY - Boediono terpecah soal jatah menteri di kabinet. Sebagian meminta SBY untuk memberikan jatah minimal 4 kursi bagi perempuan di kabinet pemerintahan mendatang. SBY diingatkan kemenangannya untuk kembali menuju Istana tidak lepas dari konsolidasi partai, termasuk 19 partai gurem yang tidak memenuhi parliamentary threshold. Namun sebagian menyerahkan penyusunan kabinet pada hak prerogatif SBY.
Kemenangan pasangan SBY - Boediono menuju Istana meski masih menurut versi sejumlah lembaga survei tidak lepas dari peran konsolidasi 24 partai pendukungnya. Meski harus diakui figur dan citra SBY jauh lebih berperan.
4 parpol papan tengah hampir dipastikan mendapat jatah di kabinet. Namun 19 partai gurem yang akumulasi suaranya dalam pemilihan legislatif lalu mencapai lebih dari 14 persen dan dalam kontrak politik awal tidak mendapat kursi di kabinet kini mulai meminta balas jasa.
Mereka sendiri terpecah soal permintaan jatah kursi di kabinet. Sebagian partai secara terang-terangan meminta SBY melibatkan mereka di kabinet minimal 4 menteri perempuan. Namun sebagian lagi menyerahkan penyusunan kabinet sepenuhnya pada SBY.
Permintaan partai pendukung ini tentu saja tidak boleh dianggap enteng, namun Roy mengingatkan partai koalisi untuk kembali pada kontrak politik awal mendukung pemerintahan SBY - Boediono selama 5 tahun kedepan, sehingga pemerintahan benar- benar membawa kebaikan bagi rakyat. (Rafael Don Bosco/Dwinanto Agung/Sup)