indosiar.com, Jakarta - 46 orang yang ditahan menyusul kericuhan dalam aksi demo di Depo Pertamina Plumpang, Senin kemarin (6/8/2007) hingga hari Selasa (7/8/2007) masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Mapolres Jakarta Utara.
Polisi menduga mereka merupakan provokator yang menjadikan aksi unjuk rasa menolak konversi minyak tanah menjadi ricuh. Aksi demo sekitar 700 pedagang dan agen minyak tanah dan sejumlah mahasiswa yang terjadi Senin siang sempat memacetkan arus lalu lintas. Polisi berupaya membubarkan aksi unjuk rasa, namun mereka menolak sehingga menimbulkan aksi dorong mendorong antara petugas dan para pengunjuk rasa.
Sementara itu pihak Pertamina menyatakan tidak akan menarik program konversi minyak tanah ke gas, yang sudah dicanangkan pemerintah. Vice President Communication Wisnuntoro menyesalkan aksi unjuk rasa yang menimbulkan gangguan di Depo Pertamina Plumpang. Ia meminta agar masyarakat yang masih keberatan dengan program konversi minyak tanah ini tidak melakukan aksi anarkis ditempat-tempat vital milik Pertamina, yang dapat menimbulkan gangguan distribusi BBM.(Tim Liputan/Ijs)