indosiar.com, Lombok - Jumlah pasien keracunan makanan kaduluarsa dari paket lebaran pemberian bupati di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan terus bertambah. Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun puluhan korban keracunan tercatat sempat mendapatkan perawatan di sejumlah Puskesmas di tersebar di kabupaten tersebut.
Seorang pasien terparah yang sempat menjalani rawat inap di Puskesmas Rengsin, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, adalah Nola, warga Sakra, Lombok Timur. Bocah yang kini duduk di kelas IV SD ini terpaksa menjalani rawat inap karena kondisinya yang sempat kritis setelah memakan biskuit parcel lebaran yang didapat orang tuanya yang menjadi guru.
Nola dan kakaknya Pedi langsung mual-mual disertai muntah. Semula orang tua korban menduga kalau anaknya ayan. Namun setelah kondisinya kritis dan sempat pingsan, akhirnya korban dilarikan ke Puskesmas Rengsin.
Dokter Puskesmas Rengsin, Nyoman Sugiase, mengaku sejauh ini pihaknya telah merawat 6 orang pasien yang mengalami gejala keracunan dan memiliki riwayat memakan kue bingkisan pemda tersebut. Sementara hingga kini puluhan pasien keracunan tercatat telah mendapat perawatan di beberapa Puskesmas.
Pasien terbanyak berada di Puskesmas Mas Bagik, dimana dalam sehari Senin (7/11) kemarin merawat 26 orang pasien keracunan. (Agus Zaironi/Tom)