indosiar.com, Tapanuli Tengah - Rita Wati warga Kelurahan Lubuk Tuko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ini tidak bisa menahan emosi begitu mendengar penjelasan Rumah Sakit Umum Pandan kalau anaknya tidak bisa dirawat.
Rita pun spontan marah-marah kepada petugas rumah sakit dan petugas dinas kesehatan setempat. Disaat Rita Wati terlibat pertengkaran, anaknya Abdul Hakim yang menderita demam panas hanya terlihat duduk lemas di kursi tunggu rumah sakit, tanpa pertolongan apapun dari Rumah Sakit Umum Pandan. Ketegangan akhirnya mereda setelah pihak rumah sakit akhirnya mengalah dan memperbolehkan Abdul Hakim dirawat di rumah sakit ini.
Emosi Rita Wati ini tidak berlebihan, pasalnya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat, Rita sudah terdaftar dan memiliki kartu. Pihak rumah sakit berdalih anaknya tidak bisa dirawat karena tidak ada rujukan dari Puskesmas, meski terdaftar sebagai peserta Jamkesmas.
Pihak rumah sakit sempat melarang para jurnalis meliput peristiwa ini, karenanya pihak Rumah Sakit Pandan pun tidak bersedia untuk dimintai keterangan seputar penolakan perawatan kepada para peserta Jamkesmas. Dari informasi yang diperoleh di Kecamatan Pandan, warga hampir kerap mengalami kesulitan untuk berobat dengan menggunakan Jamkesmas di Rumah Sakit Umum Pandan ini. (Edi Iriawan/Sup)