indosiar.com, Bima - Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala Richter Jumat malam (1/12) yang melanda Bima ternyata masih menyisakan trauma, hingga kini warga kota tersebut masih banyak yang mengungsi walaupun sebagian sudah mulai memperbaiki rumah-rumah yang rusak.
Karena kuatir akan datangnya gempa susulan, warga kota Bima hingga Minggu (03/12/06) malam masih memilih mengungsi di beberapa tempat pengungsian yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda). Sebagian besar dari mereka ditampung di Masjid Sultan Mahmud Solahudin Kota Bima, sementara beberapa warga lain lebih memilih tidur di bukit dengan mendirikan tenda.
Akibat gempa tersebut, sedikitnya 14 warga mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Bima. Korban luka kebanyakan diakibatkan oleh terkena reruntuhan bangunan, dan seorang nenek berusia 62 tahun dikabarkan tewas terkena serangan jantung saat melarikan diri.
Gempa yang terjadi pada Jumat malam lalu langsung membuat heboh warga yang saat itu tengah beristirahat, dan mereka semakin panik ketika isu tsunami tiba-tiba muncul setelah beberapa warga mengaku melihat air laut tiba-tiba pasang.
Dari data Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak) kota Bima, puluhan rumah mengalami rusak ringan, 20 rusak berat dan retak-retak serta ditinggalkan penghuninya karena takut akan roboh.(Agus Zaeroni/Sup)