indosiar.com, Jayapura - Satu peleton Brimob Jayapura kembali diturunkan di daerah Tanah Hitam, Distrik Abepura, Jayapura, Kamis pagi (28/5/2009), menyusul adanya laporan warga masih ada gerakan kelompok bersenjata di daerah tersebut.
Menurut Ali Idrus, salah seorang petani, dirinya sudah 5 hari ini dilarang ke gunung untuk melakukan panen.
Saat melakukan patroli di kawasan perkebunan di gunung pertama, aparat tidak menemukan satu pun anggota kelompok bersenjata dari OPM. Untuk memastikan situasi keamanan benar-benar terkendali, aparat melanjutkan patroli hingga ke puncak gunung kedua.
Tanda-tanda adanya kelompok mencurigakan baru terlihat di puncak gunung keenam. Seorang tak dikenal nampak terlihat memantau pergerakan aparat dari atas gunung. Diduga orang ini adalah pemantau pergerakan aparat saat datang didaerah Gunung Tanah Hitam.
Aparat langsung melakukan penyusupan, namun gerakan pasukan Brimob yang sudah dideteksi membuat para pengacau keamanan kabur. Aparat hanya menemukan sejumlah senjata perang tradisional dan satu buah drum yang bertuliskan "Batas Wilayah OPM".
Diduga tempat inilah yang selama ini dipakai untuk melakukan penyerangan terhadap warga didaerah Tanah Hitam, yang letaknya tepat dibawah kaki gunung.
Kapolsekta Abepura, AKP Dominggus Rumaropen, yang ikut dalam operasi ini menyatakan akan terus melakukan patroli hingga situasi benar-benar aman.(Andrei Kirwel/Ijs)