indosiar.com, Jakarta - Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono menegaskan, operasi militer tidak diumumkan pada publik demi keselamatan para ABK. Strategis yang dilakukan untuk membebaskan kapal MV Sinar Kudus mengunakan opsi yaitu negosiasi dan operasi militer. Namun serangan militer baru dilakukan setelah uang tebusan diserahkan. Pasukan TNI berhasil menembak mati 4 perompak.
Panglima mengakui ada kesulitan teknis kenapa tidak membebaskan dengan operasi militer sejak awal, tanpa memberikan uang tebusan. Diantaranya kapal MV Sinar Kudus diapit oleh beberapa kapal lainnya dan berada dikawasan pemukiman perompak.
Kapal MV Sinar Kudus disandera perompak Somalia pada 16 Maret. Tujuh belas Maret Presiden SBY menerima laporan perompakan dan tanggal 23 Maret dua kapal perang TNI Angkatan Laut dan pasukan khusus dari kopasus, marinir dan kostrad diberangkatkan. Namun operasi ini batal karena pada 30 Maret kapal MV Sinar Kudus sudah lego jangkar di perairan Somalia.
Sementara itu keluarga kapten Slamet Zohari menyambut gembira pembebebasan kapal MV Sinar Kudus. Namun hingga kini keluarga belum menerima informasi secara rinci kapan 20 awak kapal akan dipulangkan. Informasi yang didapat dari keluarga adalah kapal saat ini sedang menuju Oman. Keluarga masih menanti kedatangan para ABK.
Kapal MV Sinar Kudus beserta 20 ABKnya akhirnya dibebaskan oleh perompak Somalia setelah sebulan lebih disandera. Mereka dibebaskan dengan uang tebusan lebih dari 38,7 milyar rupiah. (Tim Liputan/Sup)