indosiar.com, Jakarta - Meski nama nama Sri Sultan Hamengku Buwono X makin santer disebut-sebut sebagai pesaing kuat Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dalam pencalonan presiden, namun PDI Perjuangan tetap bertekad untuk menyandingkan Sri Sultan dengan Megawati Soekarnoputri sebagai pasangan calon presiden dari PDI Perjuangan. Tekad menyandingkan Sri Sultan dengan Megawati ini diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDIP Taufik Kiemas.
Ditemui di sela-sela peluncuran buku biografinya di Jakarta Kamis (19/02/09) pagi, Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufik Kiemas mengatakan, sampai kini Sri Sultan Hamengku Buwono X masih tetap calon kuat sebagai calon wakil presiden mendampingi capres PDIP Megawati Soekarnoputri.
Meski dalam rapat konsultasi Golkar nama Sultan makin santer disebut sebagai calon presiden, bahkan menjadi pesaing kuat Ketua DPP Golkar Jusuf Kalla, tapi menurut Taufik upaya menyandingkan kedua tokoh masih tetap terbuka dan akan terus diusahakan karena sudah merupakan amanat rapat kerja nasional PDIP di Solo beberapa waktu lalu.
Dalam buku biografinya Taufik mengaku mencoba menyuarakan harapannya agar bangsa ini butuh pemimpin yang mau mengakui sekaligus meminta maaf kepada rakyat jika berbuat salah. Mengakui kesalahan menurut Taufik adalah bagian dari pendidikan politik dan berbangsa.
Dalam peluncuran buku ini Megawati hadir bersama sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya. Selain itu hadir juga sejumlah tokoh nasional yakni Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, mantan KSAD Jenderal Purnawirawan Ryamizard Ryacudu serta Budayawan WS Rendra. (Ajad Sudrajat/Medi Kuswadi/Sup)