indosiar.com, Koto Panjang - Akibat kemarau panjang debit air di Danau Koto Panjang, Sumatera Barat menyusut dratis hingga diatas normal. Akibatnya PLTA Koto Panjang hanya sanggup mengoperasikan 2 dari 3 pembangkit yang ada, karena krisis air inilah PT. PLN hingga kini masih melakukan pemadaman listrik bergilir diwilayah Sumatera Barat.
Musim kemarau menyebabkan debit air Danau Koto Panjang, Sumatera Barat menyusut hingga dibawah batas normal untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air. Hingga Rabu (12/8/09) kemarin, debit air hanya beredar pada level 76 padahal batas normal minimal adalah 78.
Kondisi ini memaksa pihak PLTA Danau Koto Panjang hanya bisa mengoperasikan 2 dari 3 pembangkit listrik, dari 2 pembangkit ini PLTA hanya mampu menghasilkan 80 megawatt dari total kapasitas 114 megawatt. Akibat kekurangan pasokan listrik ini PT. PLN wilayah Sumatera Barat terpaksa melanjutkan pemadaman listrik bergilir yang sudah berjalan selama 1 bulan.
PLN Sumatera Barat meminta warga agar berhemat dalam memakai listrik, khususnya pada saat beban puncak antara pukul 19.00 - 22.00 WIB. Hingga saat ini pihak PLTA Danau Koto Panjang belum bisa memastikan waktu berakhirnya pemadaman bergilir, yang pasti datangnya hujan sangat diperlukan untuk meningkatkan debit air di Danau Koto Panjang. (Juhardio Anse/Dv).