indosiar.com, Sigi - (Senin, 10.10.2011) Aksi protes mewarnai pemakaman Heri alias Erik, korban penembakan oknum polisi pasca bentrok antara desa di Desa Pakuli dan Desa Bangga Minggu dini hari kemarin. Warga mengutuk aksi penembakan itu. Komnas HAM menilai aksi penembakan warga tersebut telah mencabut hak hidup manusia.
Minggo sore jenazah Heri alias Erik warga Desa Pakuli, Kecamatan Kumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dimakamkan dipekuburan keluarga di Desa Pakuli. Ratusan kerabat dan warga Desa Pakuli turut mengantar kepergian almarhum Erik dan pemakaman tersebut turut dihadiri tim investigasi dari Komnas HAM RI.
Pemakaman jenazah Erik juga diwarnai aksi protes dari warga setempat. Beberapa spanduk yang bertuliskan kecaman dan protes terhadap polisi terlihat di pasang dibeberapa sudut desa. Spanduk itu dipasang sebagai bentuk rasa ketidakpuasan warga atas aksi oknum polisi yang membabi buta menembak warga. Usai pemakaman, tim Komnas HAM memeriksa beberapa saksi yang berada di TKP saat kejadian penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Sabtu malam. Selain memeriksa beberapa saksi, tim Komnas juga meninjau tempat kejadian perkara.
Aksi penembakan terhadap warga Desa Pakuli oleh oknum polisi itu pun mendapat perhatian dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM RI). Komnas HAM menilai, aksi brutal tersebut sudah melanggar hak asasi manusia, karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.
Tim Komnas HAM akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi Senin hari ini dikantor perwakilan Komnas HAM RI Sulawesi Tengah. Sementara itu keluarga mendesak agar polisi yang menembak Heri benar-benar diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan diambil tindakan tegas oleh pimpinan polri didaerah ini.
Bentrokan antara warga itu terjadi Sabtu tengah malam, polisi yang datang ke TKP langsung membubarkan massa. Sejumlah warga dan polisi terluka. Setelah bentrok selesai, polisi melakukan penyisiran sampai kesebuah tempat pesta yang letaknya cukup jauh dari titik bentrokan. (Pataruddin/Sup)