HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Lumpur Lapindo

Pembangunan Kolam Lumpur Dihadang Massa



indosiar.com, Sidoarjo - Rencana pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menjadikan desa Renokenongo sebagai kolam lumpur Lapindo mendapat perlawanan dari salah satu keluarga warga desa Renokenongo. Warga enggan pindah dari rumahnya karena tidak memiliki biaya untuk pindah ke tempat lain, padahal rencananya pembuatan kolam lumpur tersebut akan dimulai dilakukan pada Kamis (09/10) pagi.

Penolakan ini dilakukan keluarga Johari beserta istrinya Kolifah dengan kelima anaknya. Mereka nekad bertahan di rumah mereka yang berada di Desa Renokenongo. Mereka menolak pindah karena alasan tidak memiliki biaya lagi. Kolifah mengaku uang kontrakan yang diterima dari Lapindo sudah habis untuk membayar hutang. Saat ini keluarga Kolifah hanya mengandalkan uang ganti rugi 20 persen yang dijanjikan Lapindo akan dibayarkan sebelum lebaran.

Sementara itu BPLS sudah memberikan peringatan kepada warga Renokenongo untuk meninggalkan areal desa, karena dengan dibangunnya kolam lumpur desa Renokenongo akan ditenggelamkan.
Bayaran ganti rugi lahan dan rumah warga desa Renokenongo belum terlaksana karena warga masih melakukan tuntutan pembayaran tunai. (Didik Wahyudi/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: