indosiar.com, Samarinda - Pembangunan sarana cadangan untuk cabang dayung pada PON XVII di Kalimantan Timur terancam tidak bisa selesai sesuai jadwal menyusul aksi mogok kerja puluhan pekerja proyek sejak sepekan terakhir. Aksi mogok kerja ini sebagai protes atas pemecatan lima rekan mereka oleh PT Permata Kaltim yang mengerjakan proyek pembangunan sarana olahraga untuk PON ke XVII.
Puluhan karyawan pekerja alat berat PT Permata Kaltim yang mengerjakan proyek pembangunan untuk PON XVII hingga Senin (07/04/08) kemarin, masih melakukan aksi mogok kerja. Aksi para pekerja ini sebagai solidaritas atas pemecatan terhadap lima rekan mereka tanpa pesangon yang dilakukan pihak perusahaan.
Dalam aksi ini puluhan pekerja melakukan aksi blokir jalan menuju ke lokasi proyek di Bendungan Benanga, Kelurahan Lampake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Para karyawan memasang pipa berukuran besar di badan jalan sehingga mobil-mobil dan alat berat perusahaan tidak dapat lewat. Selain memprotes pemecatan atas lima orang rekan kerja mereka, puluhan karyawan ini juga menuntut pemberian Jamsostek.
Aksi mogok kerja ini mengancam tertundanya pembangunan venus cadangan untuk cabang dayung pada PON ke XVII di Kalimantan Timur. Di lokasi pembangunan venus yang memakan biaya lebih dari 51 milyar rupiah ini aktifitas pekerjaan proyek pembangunan tampak lumpuh total. Padahal pelaksanaan PON XVII tinggal tiga bulan lagi. (Tim Liputan/Sup)