HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Kasus Satinah

Pemerintah Dinilai Terlambat Bersikap




indosiar.com, Jakarta - (Jumat : 28/03/2014) Menanggapi upaya pemerintah menangani kasus Satinah, pihak Migrant Care menilai langkah pemerintah terlambat. Mengingat kasus ini sudah dilaporkan pihak keluarga korban kepada pemerintah, sejak 3 tahun silam. Pemerintah Indonesia sendiri saat ini sedang berupaya meminta perpanjangan waktu pelunasan uang tebusan kepada pemerintah Arab Saudi yang akan berakhir pada 3 April pekan depan, agar Satinah lolos dari hukuman pancung.

Direktur Migrant Care Anis Hidayah, menyatakan Migrant Care telah menerima laporan dari keluarga Satinah sejak 13 Oktober 2009 silam atau 3 tahun setelah Satinah dipenjara. Saat itu pula, Migrant Care bersama keluarga Satinah melaporkan hal ini ke Direktur Perlindungan WNI dan bantuan hukum Indonesia Kementrian Luar Negeri. Namun baru direspon 2 tahun kemudian pada 2011.

Inilah yang menurut Anis Hidayah, pemerintah terlambat menangani kasus Satinah. Satinah harus membayar uang 21 milyar rupiah atau 7 juta riyal kepada keluarga majikan atau korban. Sementara, dana yang sudah terkumpul dari penggalangan dana Migrant Care sudah mencapai 3 milyar rupiah.

Anis menambahkan, ia berharap kasus Satinah tidak terjadi seperti Darsem yang uang sumbangan untuk diyat, dipakai untuk berfoya-foya dan bergelimang harta. (Okky Zulindra/Surnata/Sup)

Bookmark and Share