HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Rencana Kenaikan BBM

Pemerintah Sempat Rencanakan Dua Harga




indosiar.com, Jakarta - (Selasa, 30/04/2013) Berubahnya pola kenaikan harga BBM bersubsidi yang semula direncanakan akan terdapat dua harga, kini berubah menjadi satu harga bulat. Rencana kenaikan harga BBM inipun, menuai kontroversi masyarakat termasuk dari kalangan oposisi. Jika BBM subsidi dinaikkan, seharusnya pemerintah mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah transportasi massal terlebih dahulu.

Pada 17 April 2013, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik memberikan keterangan seputar rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Yaa.. pola menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan dua harga inilah yang semula diwacanakan oleh pemerintah. Pola dua harga yang menaikkan harga premium dan solar untuk kendaraan pribadi dari 4500 menjadi 6500 rupiah per liter, sedangkan untuk angkutan umum dan kendaraan bermotor diberlakukan harga 4500 rupiah per liter.

Namun kini, wacana kenaikan harga BBM bersubsidi pun berubah. Wacana pola dua harga kini berganti dengan pola satu harga. Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM, Jero Wacik, Senin sore di Istana Negara.

Berapa jumlah kenaikan harga BBM bersubsidi masih menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Meski demikian rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada bulan Mei mendatang, ditanggapi beragam oleh masyarakat.

Sementara itu terkait kenaikan harga BBM, pemerintah dianggap belum melakukan langkah konkrit untuk menekan laju anggaran subsidi. Kurangnya pembangunan sarana transportasi massal dan upaya konversi energi yang semula diwacanakan tidak berjalan lancar.

Yaa.. berubahnya wacana seputar kenaikan BBM bersubsidi yang semula dua pola menjadi satu pola atau satu harga, tentu saja menjadi momok. Pemerintah pun akan dianggap plin plan. Meski mengaku kenaikan BBM bersubsidi akan dibarengi dengan kompensasi pada rakyat miskin berupa beras miskin, program keluarga harapan, beasiswa rakyat miskin dan bantuan langsung tunai, namun dampak inflasi tentu akan tetap diraskaan oleh masyarakat. (Tim Liputan/Sup)

 

Bookmark and Share