indosiar.com, Jakarta - Pemerintah menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia atau ORI senilai 2 triliun rupiah. Dana tersebut akan digunakan untuk menutup defisit APBN tahun 2006.
Untuk memenuhi target pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2006, pemerintah menawarkan ORI sebanyak 2 juta unit yang bernilai sebesar 2 triliun rupiah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Idrawati seusai peluncuran ORI di Jakarta Senin (17/07/06) menandaskan bahwa ORI akan memberikan alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi. Menteri Keuangan optimis bahwa ORI akan mampu berkompetisi di pasar, karena saat ini suku bunga sedang menurun.
Penerbitan ORI diharapkan juga akan bisa memindahkan dana masyarakat yang kini tersimpan di perbankan. Dan ini berarti akan mengurangi biaya moneter. Dana masyarakat yang tersimpan di perbankan hingga bulan September 2005 mencapai 523 triliun rupiah.
Setiap pemesanan pembelian ORI berjumlah minimal sebesar 5 juta rupiah dan maksimal 50 juta rupiah. Pembelian ini dapat dilakukan secara perorangan pada 8 bank dan 3 perusahaan Efek yang telah ditunjuk pemerintah hingga tanggal 4 Agustus 2006. (Iwan Munandar dan Novi Hartoyo/Sup)