indosiar.com, Jakarta - Permintaan susu kambing etawa belakangan ini meningkat, selain disebut-sebut bebas bakteri susu ini konon berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit. Sayangnya produksi susu kambing etawa belakangan ini melorot akibat ternak tak lagi mendapat pakan nutrisi ampas tahu menyusul tutupnya sejumlah pabrik tahu akibat kenaikan harga kedelai.
Inilah susu kambing etawa yang belakangan kian diminati masyarakat. Susu ini relatif bebas dari bakteri karena diolah secara cepat dan tanpa menggunakan campuran bahan kimia. Konon bila dikonsumsi secara teratur, susu kambing etawa bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, asam urat hingga diabetes akut.
Namun produksi susu kambing etawa di sentra pengembangan budidaya kambing etawa di Kabupaten Jember, Jawa Timur belakangan ini merosot menyusul banyaknya pabrik tahu gulung tikar akibat mahalnya harga kedelai. Pasalnya, kurangnya pasokan nutrisi ampas tahu untuk pakan ternak kambing membuat produktifitas susu menurun hingga 20 persen. Di peternakan kambing etawa Ashifa misalnya, produksi susu turun dari 100 menjadi 80 liter perhari.
Menurut pengelola peternakan Didi, akibat sulitnya mencari pakan ternak berupa nutrisi ampas tahu ternaknya kini hanya diberi makan rumput ditambah dedaunan jenis klirisidi yang harganya lebih mahal.
Meski harus mengeluarkan lebih besar untuk biaya nutrisi tambahan, harga jual susu kambing etawa tidak dinaikkan tetap dipatok 35 ribu rupiah perliter. (Tim Liputan/Sup)