indosiar.com, Mojokerto - Keributan juga mewarnai upaya penutupan areal penambangan pasir liar di Jombang, Jawa Timur bahkan banyaknya massa yang terlibat dalam aksi penolakan penutupan areal penambangan pasir liar ini, membuat petugas Satpol PP mengurungkan rencana penutupan areal penambangan tersebut.
Penolakan terhadap rencana penutupan areal tambang pasir liar ini, dilakukan ratusan penambangan pasir diareal penambangan liar Desa Kembang Bundar, Kecamatan Pelandaan, Kabupaten Jombang. Aksi kian seru karena para penambang pasir ini mendapat dukungan warga sekitar lokasi penambangan pasir.
Untuk menghadang masuknya petugas Satpol Pamong Praja yang akan melakukan penutupan areal penambangan, massa memblokade jalan alternatif Jombang Nganjuk menggunakan tanah uruk dan baut besi. Bahkan massa juga mempersenjatai diri dengan sekop dan cangkul untuk menghadapi petugas Satpol Pamong Praja yang akan nuntut areal pertambangan dengan portal besi.
Warga menolak penutupan akses jalan diareal penambangan ini karena tidak hanya kepentingan penambangan pasir, tapi akses tersebut juga dimanfaatkan warga untuk akses angkutan hasil pertanian. Setelah melakukan perundingan petugas Satpol PP akhirnya mengalah dan membatalkan penutupan areal penambangan pasir liar.
Menurut Kasi Dalops Satpol PP Wiko F Diaz, penutupan dibatalkan karena para penambang juga berjanji tidak akan menggunakan mesin penyedot untuk menambang pasir. Akibat lokade oleh massa jalur alternatif Jombang, Nganjuk yang biasa dilewati truk pengangkut pasir macet total hingga sepanjang 1 kilometer. (Diah Eko Purwoto/Dv).