indosiar.com, Jakarta - Sampah saat ini menjadi masalah serius dan pengelolaannya perlu dibenahi. Namun pembenahan masalah sampah, bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Kesadaran masyarakat pun sangat diperlukan.
Seperti dilakukan oleh warga Petojo Utara, Jakarta Pusat. Dengan adanya MCK plus, warga Petojo kini sudah menerapkan pengelolaan tinja menjadi sumber energi biogas. Bahkan kesadaran warga Petojo untuk mengatasi limbah sampah non organik seperti kertas dan plastik sudah tumbuh.
Pasalnya, untuk membuat secarik kertas terurai secara alami, dibutuhkan waktu tidak sedikit. Yaitu dua sampai 5 bulan. Bahkan untuk mengurai plastik, diperlukan waktu sangat lama, yaitu 50 sampai 60 tahun.
Kesadaran itulah yang memacu ibu-ibu PKK RW 08 Petojo Utara, Jakarta Pusat, kini tekun membersihkan sampah plastik untuk didaur ulang.
Limbah kemudian dipilah dan diolah menjadi barang bermanfaat. Seperti tas, taplak meja dan sajadah.
Selain di Petojo, ada 13 kota lainnya di Indonesia yang telah memiliki strategi sanitasi kota atau SSK. Dengan strategi tersebut, limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan dan juga dapat menyelamatkan kelestarian bumi di masa yang akan datang.(Wiharto Seno dan Heru Desembri/Ijs)