indosiar.com, Makassar - Meski secara umum pelaksanaan Pilkada Gubernur Sulawesi Selatan berjalan lancar, namun hari pencoblosan sempat diwarnai protes warga karena tidak memperoleh kartu pemilih atau kartu suara.
Aksi protes ini antara lain dilakukan warga Sinjai dengan mendatangi TPS dan mengungkapkan kekesalan kepada panitia pemungutan suara. Bahkan Bupati Sinjai, Andi Rudianto Asafa yang akan melakukan pencoblosan di TPS 1 Kelurahan Biringere, Sinjai Utara, terpaksa memanggil Kepala Kantor Catatan Sipil Sinjai, untuk memberikan penjelasan kepada warga.
Dihadapan warga, Kepala Kantor Catatan Sipil, Muhammad Nur menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyerahkan dengan lengkap daftar potensi pemilih yang ada di Kabupaten Sinjai. Muhammad Nur sebaliknya menunjuk KPUD Sinjai yang tidak melakukan pemutakhiran data.
Tudingan Kantor Catatan Sipil itu dibantah anggota KPUD Sinjai, Sofyan Hamid dan menunjuk pihak Catatan Sipil sebagai yang paling bertanggung jawab.
Sementara itu, dari hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia bersama Jaringan Issue Publik, yang diumunkan Senin sore (5/11) menunjukkan pasangan Syahrul Yassin Limpo dengan Agus Arifin Lumang, memperoleh suara mayoritas dan memenangkan pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008 hingga 2013. Yassin Limpo memperoleh 40,70 %, Amir Syam memperoleh 37,15 %, Azis Kahar Muzakar memperoleh 22,14 % suara.
Tingkat partisipasi pemilih berdasarkan hasil survei ini sebesar 72,80 %. Data sampel yang masuk ke LSI, 98 %. Meski baru hasil dari quick count, namun hasil sementara direspon positif oleh Syahrul Yassin Limpo dengan sujud syukur.(Saharuddin Ridwan/Ijs)