indosiar.com, Denpasar - Penderita gizi buruk atau marasmus kembali ditemukan. Di Bali, dua balita mengalami kondisi yang memprihatinkan karena selama ini hanya mengkonsumsi nasi yang dicampur dengan garam.
Salah satu balita yang menderita gizi buruk adakan Lu Gede Dwiyadi, balita berusia tiga tahun, anak pasangan Nyi Nyoman dan Ketut Gangga Putra. Dengan kondisi tubuh dan perut membucit, Dwiyadi setiap hari hanya mengkonsumsi nasi dicampur garam dan minyak karena kedua orang tuanya tidak punya uang.
Balita warga Getasan, Badung, Bali, ini sejak lama tidak bisa lagi tertawa ceria karena kondisi tubuhnya yang mengidap gizi buruk cukup akut. Gizi buruk membuat tubuh Dwiyadi tampak kurus dan hanya bisa menangis di pangkuan ibunya.
Berat badan Dwiyadi saat ini hanya tinggal 8 kg atau jauh dibawah batas normal berat badan balita seusianya yang harusnya mencapai 13 kg. Gizi buruk yang tidak kalah mengenaskan juga dialami Kadek Yudi Wiranata (2,5). Balita pasangan Ketut Darmi - Made Sukri kini hanya memiliki berat badan 7 kg.
Dari catatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah balita pengidap gizi buruk di Bali mencapai 107 orang. (Masudin/Tom)