indosiar.com, Pati - Kasus pencabulan yang dialami puluhan siswa SMK Terpadu Telkom Pati, Jawa Tengah yang diduga dilakukan pendiri yayasan sekolah bernama Nasikin atau Kiai NA dibantah oleh salah seorang pengelola sekolah. Menurut pihak sekolah, tuduhan tersebut sengaja dimunculkan untuk memperburuk citra SMK Terpadu Telkom yang dipimpin Kiai NA.
Inilah bangunan megah di areal pondok pesanten AKN Marzuki di Duku Seti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bangunan SMK Terpadu Telkom yang dikelola Kiai NA. Nama Kiai NA dan Sekolah Terpadu Telkom menjadi perbincangan setelah tersiar kabar 27 mantan santrinya menjadi korban pencabulan dan sodomi yang dilakukan Kiai NA, pimpinan ponpes.
Saat sejumlah wartawan mendatangi pondok pesantren moderen ini, Kiai NA tidak bersedia menemui wartawan. Salah satu pengurus sekolah ini menyatakan, Kiai NA membantah telah melakukan tindak pencabulan dan sodomi terhadap siswa, sebagaimana yang diadukan 27 mantan santri di ponpes tersebut. Hal tersebut hanyalah upaya pihak tertentu untuk menjatuhkan reputasi ponpes AKN Marzuki yang dipimpin Kiai NA.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 mantan santri dan mantan siswa Telkom Terpadu yang dikelola Kiai NA telah mendatangi kantor Komnas Perlindungan Anak, kantor Depdiknas dan Mabes Polri di Jakarta untuk mengadukan tindak pencabulan dan sodomi terhadap 27 mantan siswa yang dilakukan Kiai NA. (Agus Hermanto/Sup)