indosiar.com, Jakarta - Salah satu target penerimaan negara dalam APBN 2005 yang tidak mencapai target adalah penerimaan bukan pajak, termasuk diantaranya pemasukan dari pengurusan fiskal keimigrasian.
Sementara penerimaan dari sektor pajak mencapai 98,9 % dari yang ditargetkan dalam APBN 2005. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan defisit anggaran tahun 2005 mencapai 0,6 hingga 0,8 % dari PDB, lebih rendah dari defisit yang ditargetkan sebelumnya yakni sebesar 0,9 % atau sekitar Rp 24,9 triliun.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2006, menurut Sri Mulyani, kemungkinan besar juga akan mengalami defisit karena masih dibayang-bayangi tingkat inflasi yang relatif tinggi atau sekitar 8 % dan diperburuk dengan jadwal pembayaran utang luar negeri.
Guna menutupi defisit anggaran tahun 2005, seperti biasa pemerintah akan menerbitkan surat utang negara dan menarik pinjaman-pinjaman program serta pinjaman proyek.
Menteri Keuangan juga telah melapor kepada presiden untuk mewaspadai resiko-resiko yang mungkin muncul dari menurunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 karena penerimaan negara akan lebih sedikit, namun pengeluaran negara lebih besar. (Yulia Hendrika Bulo dan Waluyo Adi Susanto/Tom)