indosiar.com, Jakarta - Soal ketertiban penumpang kereta juga masih belum terpecahkan. Meski sudah ditertibkan dengan penyemprotan cat, penumpang KRL belum jera menumpang di atap kereta. Bahkan, para penumpang itu tetap melempari alat penyemprot meski tidak dioperasikan. Umumnya, mereka kesal karena PT. KAI tidak menambah rangkaian kereta, sehingga terpaksa naik ke atap KRL.
Kereta Listrik jurusan Bogor - Jakarta Rabu (18/05/11) pagi, masih dipenuhi penumpang yang nekad duduk diatapnya. Seperti terpantau di Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan. Masih ada saja penumpang yang nekad duduk diatap, bahkan beberapa diantara penumpang masih melempar alat penyemprot yang dipasang di persimpangan kereta Pegadengan, padahal sejak Sabtu lalu alat tersebut sementara tidak dioperasikan.
Kepala Stasiun Manggarai, Suprapto mengakui, penertiban penumpang membandel itu sulit, namun setelah dilakukan penertiban, jumlahnya cenderung berkurang.
Sementara itu, beberapa penumpang KRL mengaku mulai takut naik keatap kereta sejak adanya penertiban. Namun sejumlah penumpang KRL minta langkah penyemprotan cat agar dievaluasi.
Pihak Stasiun Manggarai hari ini juga terlihat sibuk memperbaiki beberapa fasilitas yang rusak akibat perlawanan penumpang saat ditertibakan Jumat lalu. Kaca-kaca ruang kontrol kini dipasangi ram kawat untuk mengantisipasi amukan penumpang. (Achmad Fauzan/Sri Indro/Sup)