indosiar.com, Jakarta - Menyusul pengakuan teroris yang digerebek di Jati Asih, Bekasi bahwa bahan peledak 500 kilogram rencananya akan dipakai untuk meledakan kediaman Presiden SBY di Cikeas yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer, membuat TNI dan Polri makin mengintensifkan penjagaan keamanan terhadap presiden.
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal Marciano Norman di Nusa Dua, Bali mengatakan, pengamanan terhadap presiden dan keluarganya ditingkatkan pasca penggerebekan polisi terhadap teroris di Bekasi dan Temanggung. Namun belum ada rencana untuk memidahkan kediaman keluarga Presiden Yudhoyono dari Cikeas terkait operasi aparat keamanan yang menemukan adanya rencana serangan bom kepada Presiden Yudhoyono.
Sementara di perumahan Puri Cikeas Indah, tempat tinggal Presiden SBY, penjagaan ketat dilakukan aparat Polwil Bogor. Pengamanan ekstra ketat juga terlihat di pintu gerbang utama menuju Puri Cikeas Indah. Selain menambah portal, polisi juga membuat papan pengumuman pemeriksaan. Seluruh kendaraan yang akan masuk diperiksa dengan teliti.
Kondisi berbeda terjadi di kediaman Wapres Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Disini nyaris tidak ada petugas yang tampak berjaga-jaga disekitar lokasi kediaman. Petugas hanya berjaga di pos pintu masuk rumah Jusuf Kalla. Bahkan mobil panser yang sebelumnya disiagakan di sisi rumah kini sudah tidak ada. (Tim Liputan/Sup)