indosiar.com, Bogor - Rencana pergantian sejumlah Menteri atau Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu tahap 2 nampaknya tinggal menunggu waktu. Selain diisyaratkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam suasana santai di Bogor Minggu (15/04/07) kemarin, syarat pentingnya reshuffle juga diungkapkan Ketua DPR RI Agung Laksono.
Merebaknya isu reshuffle kabinet yang kembali mewarnai berita utama media massa belakangan ini, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara tentang rencananya tersebut. Dalam suasana santai menikmati buah durian di Bogor, Presiden menegaskan rencana reshuffle kabinet bertujuan untuk meningkatan kinerja kabinet berdasarkan evaluasi yang terus menerus dilakukannya.
Ditegaskan Presiden, reshuffel kabinet ini tidak dilakukan secara besar - besaran untuk menjaga kesinambungan kerja. Reshuffle ini juga tidak untuk memberikan giliran jatah menteri kepada partai politik. Presiden juga mengakui adanya partai politik (parpol) tertentu yang telah mengajukan sekitar 11 nama pengganti menteri.
Sementara itu Ketua DPR Agung Laksono menyatakan reshuffle kabinet perlu dilakukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan cendikiawan guna meningkatkan kinerja kabinet. Reshuffle kabinet ini juga dinilai penting untuk memperkuat koalisi di parlemen.
Pergantian menteri ini menurut Agung Laksono juga harus dilakukan terhadap menteri - menteri yang sakit, karena dikuatirkan mengganggu kinerja. (Medi Trianto/Dv).