indosiar.com, Jakarta - Dari hasil penghitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memproyeksikan pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono terpilih menjadi presiden 2009 - 2014 dalam satu putaran, karena hasil hitungan cepat pasangan SBY - Boediono memperoleh 60,17 suara jauh meninggalkan dua pasangan lainnya. Sementara menurut Indonesia Development Monitoring (IDM) yang dipantau dari 16 provinsi, Mega - Prabowo meraup suara 38,83, jauh meninggalkan dua pasangan lainnya.
Berdasarkan penghitungan cepat atau quick count yang dilakukan LSI di 2000 TPS di 33 provinsi, dua jam setelah TPS ditutup hingga pukul 17.00 WIB Rabu (08/07/09) kemarin, pasangan nomor urut 2 SBY dan Boediono memperoleh 60,17 persen suara, jauh mengungguli dua pasangan kandidat capres dan cawapres lainnya yakni pasangan nomor 1 Mega - Prabowo 27,27 persen dan pasangan nomor urut 3 JK - Win 12,55 persen.
Jumlah itu dihitung dari total data yang masuk LSI sebanyak 97,80 persen dengan kesalahan atau margin error plus minus 1 persen. Secara akademis, LSI memproyeksikan pemilihan presiden dan calon presiden kali ini hanya berlangsung satu putaran dan pemenangnya adalah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Sementara menurut hasil hitung cepat Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskabtis) pasangan SBY - Boediono juga menang telak dengan 57,94 persen suara disusul pasangan Mega - Prabowo 28,16 persen dan pasangan Jusuf Kalla - Wiranto 13,89 persen.
Ini tentu berbeda dengan hasil hitung cepat dari Indonesia Development Monitoring (IDM) yang dipantau dari 16 provinsi, pasangan Mega - Prabowo mendapatkan 38,83 persen, kemudian JK - Win dengan 31,29 persen, ditutup pasangan SBY - Boediono dengan 30,35 persen suara. (Ahmad Fauzan/Andi Nugroho/Sup)