indosiar.com, Jakarta - Keributan mewarnai proses rekapitulasi suara secara manual yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum di Hotel Borobudur, Jakarta. Penghitungan Senin (27/4/09), difokuskan pada 2 propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan Bengkulu.
Keributan ini dipicu oleh tindakan KPU yang melarang kordinator saksi rekapitulasi suara manual Partai Golkar, Rully Chairul Azwar memasuki ruangan perhitungan manual KPU di Hotel Borobudur, Jakarta pagi tadi. Sebagai kordinator saksi Rully juga mengaku sudah menyerahkan surat resmi DPP Partai Golkar, menyangkut penunjukannya sebagai saksi dalam rekapitulasi manual KPU.
Sementara menurut KPU hanya 1 orang dari siap parpol yang mendapat tanda masuk dari KPU. Sementara terkait penghitungan suara KPU hari ini memfokuskan diri pada penghitungan di 2 propinsi, yakni propinsi Jawa Tengah dan propinsi Bengkulu.
Sehari sebelumnya KPU telah menyelesaikan penghitungan di 4 propinsi, yakni propinsi Sumatera Barat, Yogyakarta, Bali dan Bangka Belitung. Diharapkan tanggal 9 Mei mendatang KPU sudah memperoleh hasil penghitungan suara pemilihan legislatif.
Terhadap pihak - pihak yang tidak puas atas hasil penghitungan manual ini, KPU terbuka untuk dituntut selama dilakukan sesuai jalur yang benar dan memiliki bukti - bukti yang kuat. (Eri Sofyan Hakim/Agus Rahayu/Dv).