indosiar.com, Jember - Fenomena pengobatan alternatif ala Ponari kembali terjadi. Kali ini antrian di rumah seorang dukun di Jember, Jawa Timur memakan korban jiwa. Seorang warga yang berdesak-desakan tewas sebelum sempat ditangani sang dukun.
Puluhan warga langsung berebut kupon antrian pengobatan ketika salah seorang panitia melakukan pembagian di halaman rumah Siti Robiah di Desa Gunungsari, Jember. Terbatasnya jumlah kupon yang disediakan panitia membuat sebagian warga calon pasien tidak kebagian.
Pengobatan dukun ini sendiri dilakukan tiga tahap dalam sehari, yakni mulai pukul 8 pagi hingga jam 12 siang, pukul 2 siang hingga 4 sore dan dilanjutkan kembali pada 18.30 WIB hingga tengah malam. Sejak membuka praktek seminggu lalu, rumah Robiah setiap harinya selalu ramai didatangi pasien yang berasal dari sejumlah kota seperti Banyuwangi, Surabaya dan Semarang.
Bahkan tidak sedikit pasien yang datang merupakan bekas pasien dukun cilik Ponari asal Jombang, Jawa Timur, yang rela kembali antri setelah mengaku belum sembuh. Namun tanpa alasan yang jelas sang dukun dan panitia melarang jika ada wartawan datang untuk meliput. Bahkan sejumlah aparat polisi dan Koramil pun sempat diusir oleh sang dukun. Padahal maksud kedatangan mereka justru akan melakukan pengamanan.
Sukardi Anwar, Kepala Desa Gunungsari menjelaskan, Robiah belakangan dikenal mampu mengobati segala macam penyakit setelah melakukan puasa selama 38 hari penuh dan hanya makan segengam nasi serta minum secangkir air.
Banyaknya antrian menyebabkan seorang pasien dilaporkan meninggal dilokasi kejadian pada Senin (25/05) pagi, sebelum sempat mendapat penanganan dari sang dukun. Pasien tersebut bernama Misnatun (53), warga Sidomulyo, Umbulsari. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sejumlah aparat TNI/Polri kini mulai disiagakan dilokasi pengobatan. (Tommy Iskandar/Sup)