indosiar.com, Yogyakarta - Beberapa desa di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta sejak terjadinya longsoran material berupa batu dan pasir dari Gunung Merapi Kamis lalu hanya bisa berharap bantuan air dari pihak luar. Karena tertimbunnya sejumlah sumber mata air dan puluhan meter pipa yang menghubungkannya ke rumah mereka ikut amblas terbawa longsor.
Berbekal 2 buah mobil tangki khusus, sejumlah relawan dari Palang Merah Indonesia sejak Sabtu (17/06) lalu, warga mulai kembali mendapatkan air, walaupun harus antri. Hingga Senin siang ini truk-truk tangki masih bolak balik mengantarkan air bagi ratusan warga disejumlah dusun Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.
Pengambilan air yang akan didistribusikan kepada warga ini dipusatkan di penampungan air Merapi. Mobil tangki khusus berkapasitas 8 ribu liter ini diharapkan bisa menjangkau dusun tertentu yang sulit dicapai, karena tanjakannya yang tajam seperti Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Bepeng dan sejumlah lokasi lain di kaki Gunung Merapi. (Tim Liputan/Sup)