indosiar.com, NAD - Ratusan warga Myanmar dan Banglades yang merupakan suku minoritas Rohingnya sebagian terdampar di Aceh, jumlahnya ratusan. Mereka menolak kembali ke negaranya karena diperlakukan diskriminatif, sebagian lagi dari mereka memilih negara lain seperti Thailand.
Ratusan warga Myanmar dan Banglades yang terdampar di perairan Aceh mengaku menolak dan enggan jika harus dikembalikan ke negara mereka. Mereka mengaku tidak pernah mendapat penghidupan yang layak selaku suku minoritas.
Alasan itu pula yang membuat seribuan manusia perahu yang berasal dari suku Rohingnya nekad melakukan pelayaran menuju negara lain diantaranya Thailand. Muhammad Azhar, salah seorang warga suku Rohingnya yang terdampar di Aceh mengaku, tidak ingin kembali ke negara mereka Myanmar ataupun ke Thailand. Kendati sebelumnya sempat bekerja sebagai warga ilegal di Thailand.
Menurut dia, ratusan warga Rohingnya juga kerap mendapat perlakuan kasar dari otoritas di Thailand.
Sementara itu camat pemerintahan kecamatan Idi Rayeuk, Irvan Kamal mengatakan pihaknya akan terus memberikan pertolongan secara kemanusiaan kepada ratusan warga Myanmar yang terdampar di wilayahnya sambil menunggu proses verifikasi keputusan dari pihak Departemen Luar Negeri. Sebelumnya pihak Deplu juga telah melakukan proses verifikasi terhadap 193 orang suku Rohingnya yang terdampar di perairan Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam pada awal Januari lalu. (Despriani Zamzami/Sup)
idi rayeuk