indosiar.com, Jakarta - Sejumlah peralatan tempur milik TNI yang akan digunakan untuk menjalankan misi perdamaian di Lebanon Kamis (02/11/06) kemarin, mulai ditata di Kapal Wilson milik Perserikatan Bangsa Bangsa yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.
Sejumlah peralatan tempur seperti panser, kontainer dan truk dengan logo United Nations atau PBB ini tampak sedang diangkut kedalam kapal cargo Wilson milik PBB yang telah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok sejak awal pekan ini.
Peralatan tempur milik TNI terdiri dari panser sebanyak 32 buah, truk 10 buah, jenset 8 buah, water treatmen 9 buah, kontainer 52 buah dan tangki air sebanyak 20 buah. Peralatan militer ini akan ditambah dengan 32 panser jenis VAB yang baru dibeli dari Perancis.
Menurut Perwira Penerangan Kontingen Garuda 23A, Mayor Kaveleri Irawadi, perjalanan peralatan militer TNI hingga ke Lebanon memakan waktu 20 hari.
Irawadi menambahkan, pada Minggu 5 November mendatang sebanyak 125 personil Garuda 23 A yang tergabung dalam tim peninjau akan berangkat ke Lebanon dan tanggal 24 November sebanyak 706 anggota Kontingen Garuda 23A yang menjadi pasukan inti juga diberangkatkan. Namun Irawadi menegaskan, pihaknya belum mengetahui penempatan pasukan Indonesia yang total berjumlah 850 orang. (Ahmad Faizal/Surnata/Sup)