HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Bahasan Utama

Perampokan Kian Marak dan Meresahkan



Berita HOT:


indosiar.com, Jakarta -
Aksi perampokan sadis kian marak di masyarakat. Bahkan hadirnya kawanan perampok bersenjata tajam atau bersenjata api yang tergolong sadis, membuat warga kian merasa tidak aman. Aksi perampokan berlangsung berturut-turut seakan tanpa jeda. Dari mulai perampokan di kantor perbankan di Medan, Sumatera Utara, hingga toko emas di Klaten, Jawa Tengah dan mini market di Lampung.

Prediksi aparat kepolisian bahwa mendekati hari raya Idul Fitri, angka kriminalitas akan makin meningkat, ternyata memang terbukti. Di Bandar Lampung, sekawanan perampok bahkan dengan leluasa menguras uang jutaan rupiah dari sebuah mini market.

Yang menarik, aksi para perampokan yang dilakukan tiga orang, semuanya keturunan Arab ini, dilakukan dengan menggunakan hipnotis. Dalam keadaan tak sadar, kawanan perampok beraksi, di tengah keramaian pengunjung.

Aksi perampokan kemarin juga terjadi di Bekasi Jawa Barat. Aksi perampokan dilakukan disiang hari bolong, menggunakan senjata api. Tapi dalam aksinya, kawanan perampok hanya berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor, karena keburu kepergok calon korban

Di Lebak Banten, seorang pengusaha kayu, dirampok tak lama setelah keluar dari bank, mengambil uang 100 juta rupiah untuk membayar THR karyawan perusahaannya. Perampokan terjadi di siang bolong, dan dua orang pelaku menggunakan senjata api.

Kasus perampokan juga terjadi di Jambi tiga hari lalu, mirip dengan yang terjadi dengan peristiwa perampokan sebuah bank di kota Medan. Korbannya kantor Mandiri Tunas Finance. Dalam aksi mereka yang berlangsung cepat di siang hari, dan kawanan perampok berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah.

Maraknya aksi perampokan, membuat pihak kepolisian mengambil langkah cepat. Rabu (25,08,10) kemarin, di sejumlah daerah, toko-toko perhiasan, pusat perbelanjaan dan kantor-kantor bank mereka jaga ketat. seperti di kota Surabaya ini.

Di Banyumas Jawa Tengah, pihak kepolisian setempat menerjunkan satu regu Brimob dan Reserse, untuk mengamankan pusat-pusat perbelanjaan. Begitu juga di sejumlah daerah lain. Di Tasikmalaya, di Bandar Lampung, pusat-pusat perbelanjaan terutama toko perhiasan dan kantor bank, dikawal ketat. Aparat kepolisian tampaknya tidak mau kecolongan lagi.

Di Surabaya Jawa Timur, pihak kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak bertindak tegas, dengan menembak kaki pelaku perampok yang tertangkap. Kasus perampokan bank di kota Medan, sampai kini belum bisa diungkap pihak kepolisian. Sampai kemarin, lokasi bank masih dijaga ketat aparat kepolisian.

Sementara dalam kasus perampokan toko mas di Tebet, Jakarta Selatan, pihak kepolisian kemarin sudah berhasil membekuk 11 orang tersangka pelaku. Polisi juga berhasil menyita tujuh pucuk senjata api dan perhiasan hasil rampokan.

Aksi perampokan kian marak, dan bisa jadi masih akan terjadi sampai datangnya hari raya Idul Fitri.

Menurut Sosiolog Imam Prasojo, kemudahan mendapatkan senjata api, baik secara legal maupun ilegal, menjadi salah satu pemicu maraknya kasus perampokan sekarang ini, selain dipicu masalah ekonomi.

Sedang Kriminolog Adrianus Meliala melihat, maraknya kasus perampokan bersenjata api sekarang ini, merupakan tantangan baru aparat kepolisian yang harus disikapi, dengan mengambil langkah nyata. Karena, seperti kasus di Medan, para perampok melakukannya dengan rencana matang dan profesional, dan ini fenomena baru di Indonesia.

Menurut Adrianus, polri harus lebih aktif menyebar informan kepolisian untuk mencegah terjadinya perampokan seperti yang dilakukan Densus 88 untuk kasus terorisme. Polisi jangan hanya menunggu aksi perampokan terjadi dan baru bertindak. (Tim Liputan,Sup)

Bookmark and Share