indosiar.com, Sentani Jayapura - Mabuk minuman keras dan meminta uang secara paksa hingga terjadi perkelahian mengakibatkan perang suku di Papua Minggu (23/08/09) kemarin. 8 orang terluka akibat terkena anak panah, aparat keamanan dan warga yang berperang pun sampai semalam masih berjaga-jaga.
Perang antar suku kembali terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura pada Minggu Subuh sekitar pukul 05.30 WIT, antara warga Kampung Yahim, Sentani dengan masyarakat suku pegunungan Papua yang bermukim disekitar daerah Sentani.
Kejadian berawal sejak hari Jumat malam lalu, saat itu sekelompok pemuda Kampung Yahim, Sentani sedang menggelar pesta minuman keras. Akibat mabuk, kelompok tersebut memalak seorang warga pegunungan. Diduga karena tak mau memberikan uang, maka orang tersebut lalu dikeroyok. Tak terima dengan perlakuan tersebut, warga suku pegunungan lalu melaporkan aksi pengeroyokan tersebut kepada sukunya. Akibatnya pada Minggu pagi sekelompok warga pegunungan lalu datang menyerang Kampung Yahim dengan menggunakan peralatan perang tradisional seperti panah, tombak, parang dan kampak.
Akibat bentrokan tersebut, sedikitnya 8 orang dari Kampung Yahim, Sentani terluka dan satu warga pendatang juga mengalami luka. Para korban dilarikan ke RSUD Yoharis, Sentani, Papua. Polisi sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan ke udara, untuk memisahkan kedua kubu yang bertikai tersebut.
Menurut Kepala Bagian Bina Mitra Polres Jayapura, untuk dapat mengamankan situasi pihak kepolisian telah siagakan sejumlah anggota Polres Jayapura dan aparat Brimob Polda Papua di keduabelah suku yang sedang perang saat ini. Hingga kini situasi di Kampung Yahim, Sentani masih mencekam. Warga Kampung Yahim terlihat masih berjaga-jaga didepan rumah mereka dengan menggunakan peralatan perang tradisional. (Andre Kirwel/Sup)