indosiar.com, Jabotabek - Ribuan warga Tionghoa memenuhi pinggiran jalan Gajah Mada dan Hayam Muruk, Jakarta Pusat guna menyaksikan arak-arakan berbagai macam barongsai dan benda-benda keramat. Cap Gomeh merupakan acara penutupan dari tahun baru Imlek dan kemarin secara meriah di rayakan di penjuru Jabotabek.
Menurut kepercayaan warga Tionghoa, Cap Gomeh atau disebut juga dengan Yuan Xiaojie adalah malam bulan purnama pertama setelah tahun baru. Yuan Xiaojie yang artinya era awal merupakan bagian pertama dari tiga era. Yaitu era tengah dan era akhir. Yuan Xiaojie juga diperingati sebagai ulang tahun kaisar penguasa langit yang akan membagikan rejeki kepada umatnya.
Di Jatinegara, Jakarta Timur perayaan Cap Gomeh menyertakan kesenian tradisional Indonesi lainnya seperti Reog Ponorogo, Ondel Ondel dan Tanjidor Betawi. Turut juga diarak empat simbol dewa umat Konghucu yaitu Dewa Keberkahan, Dewa Bumi, Dewa Empat Penjuru dan Dewa Kejahatan menyusuri sejumlah ruas jalan diwilayah Jatinegara dan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Masyarakat Tionghoa di Bekasi Minggu (12/02) kemarin, juga merayakan Cap Gomeh dengan mengarak patung enam dewa keliling kota. (Tim Liputan/sup)