indosiar.com, Jakarta - Sekitar 100 keluarga korban yang tergabung dalam Forum Kuningan, hadir memperingati 2 tahun tragedi Bom Kuningan.
Ketua Forum Kuningan yang juga korban bom Kuningan, Syahronimengatakan para korban meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, upaya pemulihan kesehatannya sama sekali tidak dibantu pemerintah, seperti yang pernah dijanjikan.
Selama ini mereka hanya dibantu oleh pihak Kedutaan Besar Australia dan satu lembaga sosial perempuan Islam.
Sementara itu korban Brigadir Polisi Asep Wahyudi, yang kondisinya paling parah, saat ini masih terus melakukan terapi pemulihan di Sumedang, Jawa Barat. Prajurit polisi yang bertugas di bagian pengamanan obyek vital Polda Metro Jaya, kini hanya sebulan sekali ke kantornya untuk mengambil gaji. Ia mengaku sulit untuk aktif bertugas seperti dulu, karena banyak organ tubuhnya yang terganggu, seperti berjalan tidak stabil, pendengarannya kurang dan bicara tidak lancar.
Dari 116 korban ledakan, 73 orang bisa disembuhkan, 33 orang dalam penanganan medis dan 10 orang meninggal dunia.(Budiyono dan Warsam Aji/Indsib)