HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Ditandatangani 27 April

Perjanjian Ekstradisi Indonesia Singapura



indosiar.com, Jakarta - Setelah menunggu cukup lama pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura akhirnya menyepakati perjanjian ekstradisi. Penandatanganan perjanjian ekstradisi dilakukan pada tanggal 27 April mendatang di Istana Tampak Siring Bali yang akan disaksikan kedua kepala negara.

Proses perundingan perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia dan Singapura yang sudah berlangsung cukup lama akhirnya selesai. Menteri Luar Negeri Hasan Wirayudha mengakui, kesepakatan mencapai perjanjian ekstradisi tersebut tidak mudah dilakukan karena melewati proses yang cukup panjang dan kerap terjadi pasang surut pembahasan.

Salah satu isi dalam perjanjian yang disepakati tersebut adalah membuat daftar 42 kategori kasus-kasus pidana yang akan segera ditindaklanjuti. Namun Menlu belum bersedia memerinci kasus-kasus pidana tersebut. Penandatanganan perjanjian akan dilakukan 27 April mendatang di Bali dengan disaksikan masing-masing kedua kepala negara.

Sementara itu Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan dengan kesepakatan tersebut maka akan memudahkan pihak Kejaksaan untuk menjerat warga Indonesia yang menjadi pelaku kejahatan yang selama ini bersembunyi di Singapura. Jaksa Agung pun sudah mentargetkan untuk mengejar para koruptor buronan sebagai prioritas utama disamping kasus lama yang terjadi disaat pemerintahan Presiden Soeharto.

Karena belum ada perjanjian ekstradisi tersebut selama ini penegakan hukum di Indonesia kesulitan memulangkan para pelaku kejahatan yang bersembunyi  di Singapura seperti kasus penyalahgunaan dana BLBI dan kasus pembobolan Bank BNI dengan L/C (Letter of Credit) fiktif yang melibatkan tersangka Maria Pauline Lumowabeberapa tahun lalu. (Nancy Erene dan Heru Desembri/Sup)

Bookmark and Share