HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Perjuangan Tak Bisa Diukur Materi



indosiar.com, Bogor - Mardani seorang veteran mantan pejuang kemerdekaan tidak pernah membayangkan bahwa hari tuanya akan dijalaninya dengan hidup susah berkekurangan. Menempati rumah petak sederhana bersama istri, anak serta cucunya ia hanya bisa mengantungkan hidup dari uang pensiun yang dipotong cicilan rumah sebesar 200 ribu rupiah perbulan.

Perkenalkan, kakek renta berusia 78 tahun ini adalah Mardani bin Jamsari, warga Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat. Mardani termasuk salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan. Pada masanya dulu ia turut mengangkat senjata dan bertaruh nyawa untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Kini diusia senjanya Mardani hidup bersama istri, anak, cucu serta menantunya sekaligus dalam sebuah rumah petak sederhana bahkan bisa dibilang memprihatinkan. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benak Mardani. Bahwa ia akan menjalani hari tua dengan hidup pas-pasan bahkan bisa dibilang sengsara.

Kini  ia hanya bisa mengantungkan hidup dari uang pensiun yang jumlahnya tidak lebih dari 500 ribu rupiah perbulan, jumlah itu harus dipotong untuk melunasi hutang pembelian rumah tempatnya berteduh saat ini. Praktis tiap bulannya, Mardani hanya menerima tidak kurang dari 200 ribu rupiah.

Mardani yang pernah bertugas di Kodam Siliwangi dengan pangkat terakhir Pratu ini mengaku bangga bisa mempertaruhkan nyawanya untuk bangsa dan negara. (Ahmad Faizal/Baharudin Rahman/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
16-Nov-2006 10:45:31 WIB by ali nukuhehe
Harusnya pemerintah lebih memperhatikan para pejuang ini dengan layak. Toh mereka jumlahnya hanya sedikit.
Kasihan ! Semoga amal bakti mereka mendapat pahala berlipat ganda.

 

Nama:
Email:
Security Code: