indosiar.com, Jakarta - Kericuhan di tubuh Televisi Republik Indonesia (TVRI) terus berlanjut. Setelah sebelumnya masalah di TVRI jadi perdebatan sengit di DPR, Rabu (15/03) kemarin, pertemuan antara Direksi dan karyawan juga diwarnai kericuhan. Pertemuan tidak menghasilkan kesepakatan dan direksi terpaksa diamankan keluar tempat pertemuan.
Kericuhan terjadi saat rapat antara Direksi TVRI dengan para karyawan berlangsung di Gedung TVRI Senayan, Jakarta. Sebagian karyawan tidak puas atas keputusan manajemen yang tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa melibatkan karyawan.
Saat Dewan Direksi selesai memaparkan sosialisasi rencana, beberapa karyawan memberikan tanggapannya dengan emosi. Dan mengancam akan keluar dari TVRI bila masih dipimpin oleh jajaran Direksi Lembaga Penyiaran Publik tersebut.
Keadaan makin ricuh dan hampir terjadi baku hantam, hingga akhirnya jajaran direksi segera diamankan oleh petugas keamaan keluar dari ruang pertemuan yang makin memanas.
Permasalahan di TVRI telah ada sejak Dewan Direksi dilantik Agustus 2006. TVRI dinilai tidak memiliki perubahan berarti dan hampir 80 persen programnya adalah acara ulangan. Selain tidak pernah memproduksi program lagi, kekisruhan di TVRI terjadi karena adanya kebijakan 8 jam kerja kepada karyawan tanpa sosialisasi terlebih dahulu.
Inilah yang membuat sejumlah penyiar TVRI tidak lagi mau bekerja bila bayaran mereka masih minim. (Azhar Pungkashadi/Sup)