HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Harga BBM Naik

Petani Sayuran di Cianjur Terpukul



indosiar.com, Cianjur - Kenaikan harga BBM ternyata tidak terpengaruh terhadap harga di tingkat petani. Harga sayur mayur di Cianjur, Jawa Barat bahkan mengalami penurunan.

Dikawasan inti sentra produksi sayuran Argopolitan di Desa Sindang Jaya dan Sukatani, Pacet, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, ratusan petani masih melakukan aktivitas penanaman dan panen sayuran jenis daun-daunan seperti bawang daun, wortel, buncis, saucin, brokoli dan jenis sayuran lainnya.

Namun hasil panen sayuran tersebut malah membuat petani mengalami kerugian. Pasalnya harga sayuran diterima dengan harga yang rendah. Pada kisaran penurunan mencapai 50 persen dari sebelum harga kenaikan BBM.

Harga sayuran yang mengalami penurunan diantaranya wortel dari harga sebelumnya 1000 menjadi 400 sampai 600 ratus rupiah perkilogramnya. Begitu juga dengan bawang daun antara 2000 rupiah perkilogram menjadi 1000 rupiah perkilogramnya.

Sedangkan buncis dari harga 2000 rupiah menjadi 1500 rupiah. Brokoli yang mencapai 10000 rupiah sebelum kenaikan BBM saat ini dihargai 5000 sampai 6000 rupiah perkilogram. Merosotnya harga juga dialami  jenis sayuran lobak dari 4000 rupiah menjadi 2000 rupiah perkilogramnya.

Anjloknya harga sayuran jenis daun karena turunnya daya beli masyarakat di pasar-pasar tradisional. Naiknya harga BBM ini sangat membebani para petani karena berpengaruh pada mahalnya harga  obat-obatan, pupuk, pestisida, pekerja, penyediaan karung dan plastik untuk kemasan sayuran serta daya angkut dari transportasi. Kini para petani terancam bangkrut dan tidak bisa kembali menanam sayuran, karena itu para petani mengharapkan perhatian pemerintah terutama untuk penyediaan pupuk. (Erin Darussalam/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: