indosiar.com, Jakarta - Ratusan warga perumahan Dinas Kostrad Tanah Kusir, Jakarta Selatan Jumat (29/05/09) pagi mengamuk, menyusul rencana pengosongan rumah dinas tersebut dari penghuni lama. Warga memblokir jalan dengan membakar ban-ban bekas untuk menghadang petugas yang akan melakukan pengosongan atau yang disebut dengan pemurnian kawasan perumahan Kostrad.
Inilah bentuk kekecewaan warga perumahan Dinas Konstrad Tanah Kusir, Jakarta Selatan menyusul dilaksanakannya kembali proses pengosongan rumah dinas yang telah ditempati mereka selama puluhan tahun oleh pihak Makostrad. Selain memblokir jalan dengan pot tanaman, mereka juga membakar ban-ban bekas sebagai bentuk penolakan atas rencana pengosongan atau yang dikenal dengan istilah pemurnian perumahan Kostrad.
Warga menilai, pihak Makostrad tidak menghargai jasa para orangtua mereka yang tidak lain adalah pensiunan Kostrad. Terlebih dalam proses pemurnian kawasan ini tidak adanya proses ganti rugi serta relokasi.
Kendati warga menolak, penertiban terhadap rumah warga tetap dilakukan hingga membuat warga histeris dan mencaci maki prajurit yang mengeluarkan paksa barang-barang mereka dari rumah dinas.
Kepala Penerangan Kostrad, Letjen Infantri Husni mengatakan, upaya pemblokiran dan aksi anarkis warga pada hari kedua ini tidak dilakukan oleh Purnawirawan atau keluarga Kostrad tapi oleh provokator.
Hingga siang ini situasi di perumahan dinas Kostrad masih tegang. Sejumlah prajurit tambahan telah diterjunkan guna mengantisipasi aksi warga yang semakin meluas. (Dedi Irawan/Sup)