indosir.com, Madiun - Pasca terjungkalnya gerbong kereta ekonomi Logawa, di Desa Nampu, Saradan, Madiun, Jawa Timur, Selasa (29/06/10) kemarin, petugas kereta api Daops 7 Madiun, hari ini masih terus melakukan perbaikan rel. Insiden terjungkalnya tiga gerbong kereta Logawa yang diduga disebabkan putusnya rel, menyebabkan 6 orang penumpang tewas dan 73 lainnya terluka.
Untuk menopang pekerjaan perbaikan rel, petugas Daops 7 Madiun mendatangkan dua unit peralatan canggih, railway crane, dari Solo dan Cirebon. Perbaikan melibatkan ratusan pekerja. Hingga Rabu pagi tadi, petugas sudah mengganti dan menyambung rel yang putus, yang diduga sebagai penyebab terjungkalnya gerbong kereta. Para pekerja juga melakukan pengantian ratusan bantalan dari beton yang hancur akibat kecelakaan tersebut. Sedikitnya diperlukan 624 buah bantalan dari kayu jati, untuk mengganti bantalan yang rusak sepanjang 400 meter.
Menurut Kepala Humas Stasiun Madiun, Haryono, pekerjaan tersebut bersifat darurat, hanya agar kereta dapat melintas, meski dengan kecepatan 5 kilometer per jam. Sedangkan untuk memulihkan rel hingga bisa dilalui kereta dengan kecepatan 70 kilometer perjam, diperlukan waktu sekitar sepekan.
Sementara 3 gerbong kereta Logawa yang terjungkal di jurang sedalam 15 meter, hingga siang ini belum dievakuasi. Para pekerja masih memfokuskan diri untuk perbaikan rel, dengan target hari ini bisa dilalui kereta api. (Bambang Tjuk Winarno/Sup)