HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Razia Makanan

Petugas Masih Temukan Makanan Berbahaya



indosiar.com, Karanganyar - Makanan mengandung bahan berbahaya masih saja ditemukan disejumlah pasar. Tim gabungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Kamis (18/08/11) siang, menemukan ratusan kilogram daging sapi berformalin. Di Depok dan Bogor, Jawa Barat sejumlah makanan yang mengandung bahan formalin, borak dan zat pewarna juga ditemukan dari sejumlah pedagang pasar.

Tim gabungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kemarin menemukan ratusan kilogram daging sapi berformalin. Temuan tersebut terungkap dalam sidak ke sejumlah pasar tradisional. Petugas juga menemukan daging sapi yang diduga sebagai hasil gelonggongan. Pemeriksaan gencar dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri. Berdasarkan pengalaman yang lalu, peredaran daging yang tidak layak konsumsi kian marah menjelang lebaran. Upaya ini dilakukan agar warga bisa merayakan hari raya dengan perasaan tenang.

Sejumlah makanan yang mengandung bahan formalin, borak dan zat pewarna juga ditemukan disejumlah pedagang Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor Kamis siang. Petugas lalu melakukan uji lab terhadap sampel tersebut dan menyatakan positif borak pada bakso, sedangkan mie dan ikan asin jenis cumi dinyatakan positif mengandung borak dan formalin.

Sementara makanan tajil berbuka puasa yakni pacar cina dinyatakan mengandung zat pewarna tekstil. Rencananya petugas akan melanjutkan temuan dengan melaporkannya ke aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Petugas juga akan melakukan sosialisasi terhadap para pedagang agar mewaspadai dengan tidak menjual secara sembarangan barang dagangan yang mengandung bahan berbahaya.

Dua minggu menjelang hari raya Idul Fitri, Dinas Kesehatan Kota Depok, Jawa Barat melakukan sidak kesejumlah pasar Kamis siang. Petugas Dinas Kesehatan menemukan bahan makanan yang mengandung formalin dan borak yang masih diperjualbelikan di pasar secara bebas. Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga menemukan bahan borak sebanyak 64 bungkus dari 6 toko. Namun demikian dari sidak yang dilakukan petugas tidak ada sanksi khusus bagi para pedagang. Mereka baru akan diberi himbauan tentang zat berbahaya makanan yang dijual di pasar. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
7-Dec-2011 06:50:42 WIB by pobersonic
Info tambahan :
- Formalin Pada Ikan (Ikan berformalin dan tidak berformalin)
- Ciri – Ciri Ikan Berformalin

http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/05/30/formalin-pada-ikan-ikan-berformalin-dan-tidak-berformalin-ciri-ciri-ikan-berformalin/
14-Oct-2011 11:52:02 WIB by Gamaldi
bener2 membingungkan, nyawa masyarakat terancam oleh pedagang makanan formalin masih belum menangkap seorangpun? padahal hidung pelakunya sdh jelas! menurut sy ini bahkan lbh berbahaya dr terorisme, apapun alasannya... kosrban tdk pandang bulu, mau kaya miskin melarat anak kecil besar , semua terancam.. ipar sy saat ini menderita kankenr kolon, dan menurut dokter ini 90% disebabkan faktor eksternal, salah satunya ya bahan2 berbahaya macam formalin ini. tangkap, penjarakan, hukum seberat2nya, kalau perlu hukum mati krn ini sm dgn percobaan pembunuhan! Tak ada satu alasanpun bisa membenarkan perilaku ini! rakyat kecil? pedagang kecil? wong cari uang kok tdk boleh? apa lagi? selama pemerintah tidak tegas, ya pasti peredarannya akan terus berlangsung.. bodoh banget pernyataan keheranan diatas, bodoh super bodoh... tangkap, hukum mati! pasti selesai..

 

Nama:
Email:
Security Code: