indosiar.com, Bogor - Keluarga Dani Dwi Permana meminta maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya yang menjadi korban bom dikawasan Mega Kuningan, Jakarta beberapa waktu lalu. Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa Dani adalah bukanlah teroris melainkan hanya sebagai korban perekrutan jaringan teroris. Sebelumnya Dani pernah berpesan kepada ibunya akan berjihad dari masjid ke masjid. Pernyataan ini disampaikan oleh ibu Dani, Tini Larantika dan kakak kandungnya Jaka, seusai menghadiri pemakaman Dani di Kampung Kasak Telaga, Kahuripan, Kemang, Bogor, Jawa Barat Rabu (12/08/09) kemarin. Pihak keluarga memohon maaf kepada seluruh korban bom Marriott dan menyatakan bahwa Dani telah diperalat oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Pihak keluarga berharap agar penghasut yang selama ini telah mencuci otaknya segera ditangkap oleh aparat kepolisian. Sebelumnya Dani berpesan kepada ibunya bahwa ia akan jihad ke masjid-masjid untuk ceramah. Pihak keluarga juga menghimbau kepada seluruh orangtua untuk selalu mengawasi anaknya dalam menjalankan aktifitas. Dani Dwi Permana ditetapkan oleh polisi sebagai salah satu pelaku bom bunuh diri dikawasan Mega Kuningan, Jakarta pada tanggal 17 Juli lalu. (Iwan Kurniawan/Sup)